Apa yang langsung terbayang dipikiran Anda ketika mendengar nama "Maria Ozawa"? Pasti wanita seksi yang menjadi fantasi kebanyakan remaja tahun 2005-2007. Kemudian apa yang Anda pikirkan ketika mendengar "pria metroseksual"? Pasti lelaki dengan tubuh atletis, berpakaian enak dilihat, sehat dan wangi. Itulah mungkin apa yang disebut dengan persepsi. Sebuah gambaran awal yang tercipta ketika mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu.
Sekarang apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar "aktivis mahasiswa"? Mungkin bagi sebagian orang mereka akan dipersepsikan sebagai mahasiswa dengan beragam kesibukan diluar kuliah, mempunyai agenda yang ketat, jadwal acara yang seabreg untuk diikuti dan berorientasi pada masa depan untuk setiap hal yang dilakukannya.
Tapi bagi sebagian mahasiswa yang memang kurang menyukai kegiatan seperti yang para aktivis mahasiswa lakukan pasti akan berpersepsi bahwa aktivis mahasiswa adalah mahasiswa dengan super sibuk dengan kegiatan utama justru bukan kuliah itu sendiri tapi RAPAT. Dan ketika mereka diminta untuk mendeskripsikan "gaya" para aktivis yang terlontar dari mulut mereka adalah mahasiswa yang kesehariannya menggunakan celana bahan dan sepatu kets yang mungkin dicibir oleh para pemerhati mode sebagai padanan yang sangat tidak sesuai, rambut klimis yang dikatakan para banci salon selalu menggunakan minyak rambut cap "Tancho" tidak kurang dari 2kg sebulan, dan kurang memperhatikan kenyamanan orang di sekitar dengan menjaga kenyamanan mereka saat menghirup udara. Tapi ini bukan merupakan sebuah masalah. Karena hidup adalah pilihan. Mungkin gaya seperti itu adalah gaya yang paling nyaman untuk digunakan sehari-hari.
Bagaimana jika seorang aktivis menjadi metroseksual?? Aneh? Silahkan berpandangan sendiri. Tapi menurut saya secara pribadi ini merupakan hal yang tidak ada salahnya untuk dicoba. Karena dua hal yang cukup berbeda ini jika dipadukan akan menghasilkan mahasiswa yang teratur dalam jadwal, bermanfaat bagi lingkungan sekitar tapi tidak melupakan sisi kefemininan dari seorang pria yang butuh untuk tampil prima, enak dilihat dan membuat indera penciuman orang disekitar nyaman.
Karena menjadi aktivis mahasiswa adalah sebuah pilihan hidup yang sangat bagus untuk diterapkan. Bagaimana tidak, seseorang yang belum menghadapi "hidup yang sebenarnya" tapi sudah melatih dirinya untuk bisa membagi waktu dan berkontribusi bagi komunitasnya. Terlebih lagi para aktivis dapat bekerja secara profesional walaupun tanpa bayaran sepeser pun. Bayangkan jika mereka memasuki dunia kerja atau tahap berikutnya dalam hidup ketika segala sesuatu yang dikerjakan dinilai dengan materi. Betapa luar biasanya pencapaian mereka nanti.
Sedangkan menjadi pria metroseksual juga sama sekali sebagai pilihan yang buruk. selalu tampil dandy, enerjik, wangi dan dengan gaya hidup yang sehat. Mungkin sebelumnya kita harus memahami dulu bagaimana sebenarnya yang dimaksud gaya hidup metroseksual itu. Seorang pria metroseksual tidaklah harus selalu cowok yang tampil melambai. Mereka sangat lekat dengan gaya hidup yang sehat dengan makanan yang tidak sembarangan dan olahraga teratur. mungkin bisa dengan melakukan futsal, fitness, ataupun olahraga yang sesuai dengan hobi. Selain itu mereka juga selalu memperhatikan penampilan dengan tidak secara sembarangan mengenakan pakaian. Penampilan mereka selalu dijaga dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Jika kedua gaya hidup ini dipadukan, mungkin akan tercipta aktivis mahasiswa yang lebih enak dilihat daripada yang beredar sekarang. Kemampuan mengatur waktu yang luar biasa khas para aktivis dipadu dengan gaya hidup seorang metroseksual tentu paduan yang cocok. Orang ini akan bisa mengatur waktu utnuk mengurus kepentingan pribadinya untu mengurus diri tetapi tetap bisa berkontribusi bagi komunitasnya. Silakan mencoba untuk menjadi pria yang lebih berkarakater.
Sekarang apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar "aktivis mahasiswa"? Mungkin bagi sebagian orang mereka akan dipersepsikan sebagai mahasiswa dengan beragam kesibukan diluar kuliah, mempunyai agenda yang ketat, jadwal acara yang seabreg untuk diikuti dan berorientasi pada masa depan untuk setiap hal yang dilakukannya.
Tapi bagi sebagian mahasiswa yang memang kurang menyukai kegiatan seperti yang para aktivis mahasiswa lakukan pasti akan berpersepsi bahwa aktivis mahasiswa adalah mahasiswa dengan super sibuk dengan kegiatan utama justru bukan kuliah itu sendiri tapi RAPAT. Dan ketika mereka diminta untuk mendeskripsikan "gaya" para aktivis yang terlontar dari mulut mereka adalah mahasiswa yang kesehariannya menggunakan celana bahan dan sepatu kets yang mungkin dicibir oleh para pemerhati mode sebagai padanan yang sangat tidak sesuai, rambut klimis yang dikatakan para banci salon selalu menggunakan minyak rambut cap "Tancho" tidak kurang dari 2kg sebulan, dan kurang memperhatikan kenyamanan orang di sekitar dengan menjaga kenyamanan mereka saat menghirup udara. Tapi ini bukan merupakan sebuah masalah. Karena hidup adalah pilihan. Mungkin gaya seperti itu adalah gaya yang paling nyaman untuk digunakan sehari-hari.
Bagaimana jika seorang aktivis menjadi metroseksual?? Aneh? Silahkan berpandangan sendiri. Tapi menurut saya secara pribadi ini merupakan hal yang tidak ada salahnya untuk dicoba. Karena dua hal yang cukup berbeda ini jika dipadukan akan menghasilkan mahasiswa yang teratur dalam jadwal, bermanfaat bagi lingkungan sekitar tapi tidak melupakan sisi kefemininan dari seorang pria yang butuh untuk tampil prima, enak dilihat dan membuat indera penciuman orang disekitar nyaman.
Karena menjadi aktivis mahasiswa adalah sebuah pilihan hidup yang sangat bagus untuk diterapkan. Bagaimana tidak, seseorang yang belum menghadapi "hidup yang sebenarnya" tapi sudah melatih dirinya untuk bisa membagi waktu dan berkontribusi bagi komunitasnya. Terlebih lagi para aktivis dapat bekerja secara profesional walaupun tanpa bayaran sepeser pun. Bayangkan jika mereka memasuki dunia kerja atau tahap berikutnya dalam hidup ketika segala sesuatu yang dikerjakan dinilai dengan materi. Betapa luar biasanya pencapaian mereka nanti.
Sedangkan menjadi pria metroseksual juga sama sekali sebagai pilihan yang buruk. selalu tampil dandy, enerjik, wangi dan dengan gaya hidup yang sehat. Mungkin sebelumnya kita harus memahami dulu bagaimana sebenarnya yang dimaksud gaya hidup metroseksual itu. Seorang pria metroseksual tidaklah harus selalu cowok yang tampil melambai. Mereka sangat lekat dengan gaya hidup yang sehat dengan makanan yang tidak sembarangan dan olahraga teratur. mungkin bisa dengan melakukan futsal, fitness, ataupun olahraga yang sesuai dengan hobi. Selain itu mereka juga selalu memperhatikan penampilan dengan tidak secara sembarangan mengenakan pakaian. Penampilan mereka selalu dijaga dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Jika kedua gaya hidup ini dipadukan, mungkin akan tercipta aktivis mahasiswa yang lebih enak dilihat daripada yang beredar sekarang. Kemampuan mengatur waktu yang luar biasa khas para aktivis dipadu dengan gaya hidup seorang metroseksual tentu paduan yang cocok. Orang ini akan bisa mengatur waktu utnuk mengurus kepentingan pribadinya untu mengurus diri tetapi tetap bisa berkontribusi bagi komunitasnya. Silakan mencoba untuk menjadi pria yang lebih berkarakater.






